Rindu Malateki

let food be your medicine and medicine be your food

buku pintar kecantikan kulit (konGIZ)

October17

Memahami Kulit dan Jerawat (Acne)

Kulit kita terbahagi kepada tiga lapisan asas; epidermis, dermis dan tisu subkutan. Epidermis terbahagi kepada lima lapisan. Lapisan paling luar terdiri daripada selsel kulit mati. Ia merupakan sel-sel kulit yang diratakan akibat dari tekanan lapisan sel baru yang terbentuk di bawahnya. Sel-sel kulit mati ini akan sentiasa diganti. Komponen hidup epidermis terdapat di lapisan kedua. Ia mengandungi berbagai sel seperti keratinosit, melanosit dan sel-sel lain. Keratinosit menghasilkan unsur protin (keratin), yaitu zat yang penting bagi kulit, rambut dan kuku. Melanosit juga menghasilkan pigmen melanin yang melindungi kulit dari dirusakkan oleh sinaran ultraviolet matahari. Warna kulit ditentukan oleh jumlah dan ukuran melanosit serta warna pigmen melanin yang terkandung di dalamnya. Terdapat banyak jenis bakteri yang hidup di atas permukaan kulit, di antaranya ialah Propionibacterium acnes (P. acnes).

Dermis memberikan kekuatan serta sokongan kepada kulit. Ia dihasilkan oleh tiga jenis jaringan yaitu kolagen, elastin dan serat retikulum. Kolagen merupakan unsur protein yang utama bagi kulit yang memberikan kekuatan. Elastin adalah lapisan tipis protein yang memberikan kekenyalan kepada kulit. Terdapat banyak sel-sel di dalam dermis yang mempunyai fungsi tertentu. Di antaranya ialah folikel rambut (sac), kelenjar sebum (minyak), kelenjar keringat, ujung saraf dan pembuluh darah. Setiap folikel rambut mengandung rambut dan dikelilingi oleh sel-sel mati yang menyerupai stratum korneum. Di kedua belah folikel rambut terdapat kelenjar sebum yang menghasilkan minyak sebum. Fungsi minyak sebum adalah untuk melembabkan rambut dan memberikan perlindungan kepada kulit. Minyak sebum juga membawa sel-sel kulit mati ke arah permukaan luar kulit.

Jaringan subkutan terletak satu lapisan di bawah dermis. Pada asasnya, lapisan ini terdiri daripada satu lapisan lemak. Pembuluh darah yang lebih besar serta saraf-saraf juga terletak di lapisan ini. Jaringan subkutan memainkan peranan yang penting untuk menjaga suhu badan yang konsisten.

Bagaimana Jerawat Terjadi? Kadangkala di dalam folikel rambut, rambut bergabung bersama minyak sebum dan sel-sel kulit membentuk gumpalan dan menutupi lubang masuknya. Gumpalan ini mengakibatkan minyak sebum terkumpul di dalam folikel dan memerangkap bakteri P. acnes di dalam folikel tersebut. Bakteri tersebut akan tumbuh di dalam gumpalan dan menyebabkan radang dan seterusnya mengakibatkan jerawat. Terdapat berbagai jenis jerawat atau luka jerawat. Jerawat asas dipanggil komedo, merupakan folikel rambut yang membesar dan tersumbat.

Jenis jerawat yang paling biasa adalah whiteheads (jenis jerawat yang terdapat di bawah permukaan kulit), blackheads (jerawat jenis ini timbul ke permukaan kulit dan kelihatan kehitaman, warna kehitaman itu bukan disebabkan kekotoran), papul (bonjolan kecil bewarna merah jambu yang mungkin terasa sakit jika disentuh), pustul (berwarna kemerahan di pangkal dan bernanah di bahagian atas), nodul (jerawat yang besar, menyakitkan dan padu, terbentuk di bagian dalam kulit), dan sista (jerawat bernanah yang dalam dan menyakitkan yang bisa meninggalkan parut).

Jerawat bukan disebabkan oleh kekotoran tetapi oleh sel-sel kulit mati yang bergabung dengan minyak sebum berlebih yang melekat, yang kemudiannya menutupi lubang pori-pori. Hindari membersihkan wajah dengan berlebihan kerana ini dapat menyebabkan terbentuknya sel-sel kulit kering yang mudah bergabung dengan minyak sebum. Jangan gunakan sabun pencuci muka yang kasar karena dapat mengikis permukaan kulit dan merusakkannya sehingga menimbulkan jerawat. Cucilah muka dengan air biasa atau gunakan pencuci wajah yang lembut.

Alkohol mempunyai kesan mengurangi jangkitan kedua dari luka jerawat yang terbuka, tetapi alkohol sebenarnya membuatkan kulit kering sehingga menjadi lebih banyak sel-sel kulit menjadi kering, hal ini seterusnya akan  menghasilkan lebih banyak lubang pori-pori tersumbat yang mengakibatkan lebih banyak jerawat jika alkohol ini di sapu pada permukaan kulit (National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) & National Institutes of Health USA 2005).

Pengertian Jerawat (Acne)

Acne juga dikenal sebagai jerawat. Acne vulgaris, atau acne (jerawat), merupakan masalah kulit yang dimulai ketika minyak dan sel kulit mati menyumbat pori-pori. Jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksi yaitu muka, bahu, leher dada, punggung bagian atas dan lengan bagian atas (Triayu 2009). Jerawat merupakan kelainan kulit yang bersifat umum, menyerang hampir pada semua remaja yang berusia16-19 tahun, bahkan dapat berlanjut hingga usia 30 tahun. Bentuknya seperti bisul berisi dan kadang-kadang berubah jadi keras. Pada kulit terutama wajah terdapat benjolan-benjolan kecil, berkepala kuning, berisi nanah, terasa gatal dan sedikit nyeri (Triayu 2009). Gejala jerawat termasuk bintik hitam (Blackheads), dan bintik merah (pimples) yang dapat terjadi pada wajah, leher, bahu, belakang, atau dada. Pimples yang besar dan mendalam disebut cystic lesions, jika terinfeksi akan menyebabkan rasa sakit dan meninbulkan bekas luka atau parut pada kulit (Diana 2010).

Pembentukan Jerawat

Kuman-kuman kulit tidak hanya dapat menjadi bahaya laten meskipun sekaligus juga menguntungkan. Karena begitu banyak kuman yang menghuni kulit, terjadilah persaingan antara kuman-kuman tersebut untuk memperebutkan makanan yang mereka butuhkan. Hal ini akan menguntungkan karena akan ada kuman yang menjadi musuh alami kuman lainnya yang berbahaya bagi manusia. Contohnya ada satu grup bakteri yang secara alami akan mengubah sebum (minyak kulit) yang dimakannya menjadi asam lemak yang menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri tertentu yang berbahaya bagi manusia.

Dalam keadaan normal, kelenjar sebaseus akan menuangkan minyak sebum secukupnya ke permukaan kulit melalui pori-pori untuk menjaga kelembaban kulit. Akan tetapi pada masa pubertas, hormon tertentu akan merangsang pembentukan minyak kulit secara berlebihan sampai menyumbat salurannya sehingga banyak minyak yang tertinggal di dalam kulit dan menjadi makanan bagi bakteri tertentu. Keadaan ini memungkinkan bakteri tersebut berkembang biak dengan cepat sehingga dapat menyebabkan jerawat atau bisul. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan, seseorang perlu menghindari hal-hal yang cenderung menyumbat pori-pori kulit agar tidak menghalangi saluran keluar minyak sebum kulit. Misalnya, minyak (lotion) pelembab kulit, ikat kepala, pakaian sempit, dan lain-lain (Hutapea 2005).

Jerawat adalah kondisi inflamasi kulit yang ditandai dengan pori‐pori tersumbat, komedo, dan membentuk bisul. Kelenjar minyak, atau kelenjar sebaceous, terhubung ke folikel rambut dan melepaskan zat yang dikenal sebagai sebum yang meminyaki rambut dan kulit. Biasanya, sebum dikirimkan ke folikel rambut dan keluar ke kulit, namun ketika kelenjar sebaceous memproduksi minyak terlalu banyak yang bergabung dengan sel kulit mati maka timbulah jerawat. Jika kuman masuk ke dalam pori-pori, akan menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nanah. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Jerawat disebabkan oleh kombinasi sebum terlalu banyak dan penumpukan sel kulit mati. Pada remaja, meningkatnya kadar hormon diperkirakan menjadi faktor penyebab. Terlalu banyak blok sebum di folikel rambut, dan kista diisi bakteri membentuk bisul kecil yang disebut komedo. Jika komedo tidak pecah, mereka berkembang menjadi whiteheads atau komedo. Ketika komedo pecah, peradangan dapat menyebar ke daerah sekitarnya (Gunawan 2010).

Adanya bahan comedogenik dalam beberapa kosmetik mungkin ada hubungannya dengan timbulnya jerawat tingkat ringan pada wanita umur 20-40 tahun (Rosyad 2009). Jasad renik yang sering berperan adalah Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermis atau Pityrosporum ovale dan

P. orbiculare. Kadang-kadang akne menyebabkan rasa gatal yang mengganggu

atau rasa sakit kecuali bila terjadi pustule atau nodus yang besar (Rosyad 2009). Jika dibiarkan saja kebanyakan jerawat yang meradang bisa hilang berangsur-angsur pada usia awal dua puluh tahun pada pria, sedang pada wanita terjadi lebih lambat (Rosyad 2009). Isi komedo adalah sebum yang kental dan padat. Isi kista biasanya pus darah (Rosyad 2009). Isi papul adalah masa yang padat dan pustule berisi pus (Rosyad 2009).

Selain karena minyak yang berlebih dan kosmetik, jerawat juga dapat timbul karena stres, kehamilan, atau penggunaan obat seperti streroid, phenytoin (Dilantin) atau Lithium. Jerawat dapat menjadi sangat parah terutama pada saat perubahan hormon pada remaja wanita semasa datang haid. Bagi kebanyakan orang, jerawat dimulai pada saat remaja. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon sehingga membuat kulit lebih berminyak terutama setelah masa pubertas dimulai (Diana 2010).

Selain bergantung kepada hormon, jerawat juga ditentukan oleh gen seseorang. Jika kedua orang tua kita mempunyai masalah jerawat, kemungkinan besar kita juga akan menghadapi masalah yang sama. Jerawat juga terjadi karena terdapat bakteri Propionebacterium acnes pada pori-pori. Bekas luka jerawat dapat timbul karena jerawat dicungkil atau dipijit, biasanya jerawat yang ringan akan sembuh dengan sendirinya dengan meninggalkan kesan gelap yang akan hilang secara perlahan-lahan. Luka bekas jerawat yang tidak terlalu parah akan hilang sedikit-demi sedikit dalam beberapa bulan (Diana 2010).

Beberapa orang mungkin mempunyai kecenderungan untuk mengalami maalah jerawat. Berikut ini merupakan faktor risiko seseorang dapat terkena jerawat yaitu sejarah keluarga jerawat, menggunakan produk kosmetik atau rambut berminyak, mengkonsumsi sayur yang mengandung lemak, terjadi perubahan hormonal, kehamilan atau haid (jerawat cenderung menyebar 2 – 7 hari sebelum haid), pengguna kortikosteroid, androgen, kontrasepsi oral, lithium, halogen, isoniazid, fenitoin, fenobarbital, dan tingkat tinggi yodium (seperti dari kelp), mempunyai masalah dengan keringat dan gesekan pada kulit yang disebabkan oleh bando, helm, masker, kerah ketat serta komedo yang ditekan-tekan (Gunawan 2010).

Makanan sebagai Pemicu Jerawat

Meskipun dilaporkan bahwa akibat minuman dan makanan tertentu (terutama kacang-kacangan) akan memperburuk gejalanya, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan makanan tersebut (dan bahkan coklat) ada kaitan langsung dengan jerawat. Ada kemungkinan alergi makanan dapat berperan penting pada jerawat orang dewasa, dan orang-orang berusaha menghindari makanan yang memperburuk gejalanya (Gunawan 2010).

Menurut penelitian di American Academy of Dermatology yaitu sebuah institusi untuk urusan kecantikan kulit mengatakan bahwa jerawat tidak disebabkan oleh makanan. Tidak ada makanan yang diharamkan tetapi ternyata sebuah hasil studi kasus yang terbaru, membuktikan hal yang bertolak belakang.

Para pakar peneliti di Colorado State University Department of Health and Exercise malah menyarankan untuk mengurangi gula dan makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Institusi tersebut telah meneliti sekitar 1300 orang penduduk pulau Kitivan di Papua New Guinea, yang puasa makanan manis serta makanan berkarbohidrat. Sehari-harinya mereka hanya makan ikan,buah dan daging yang dimasak secara tradisional. Hasilnya tidak ada satu jerawat pun yang terdapat di wajah mereka (Anonim 2008).

Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah, dimana hal tersebut memicu produksi hormon androgen yang membuat kulit jadi berminyak. Jadi bagi anda yang ingin berusaha memberantas jerawat maka tidak ada salahnya jika mencoba mengurangi gula dalam darah. Selain merawat wajah dari luar maka kita juga harus menjaga asupan yang masuk dalam tubuh. Cobalah kurangi gula dalam teh atau kopi serta mengurangi roti, kentang atau nasi pada menu sehari-hari (Anonim 2008).

Jenis Jerawat

Lesi dapat menimbulkan bekas mulai dari kecil, lubang cekung untuk noda besar, tergantung pada seberapa parah jerawat dan apa jenis kulit kita. Bila hanya terdapat sedikit bintik-bintik merah, atau pimples, berarti dapat dikategorikan ke dalam bentuk jerawat ringan. Jerawat yang parah (Severe Acne) dapat berarti ratusan pimples yang dapat menutupi wajah, leher, dada, dan punggung (Diana 2010). Menurut Gunawan (2010), ada beberapa jenis lesi jerawat yaitu:

1) Comedo tertutup (whitehead) ‐ folikel tersumbat. Whiteheads biasanya muncul pada kulit sebagai kecil, bulat, bulu putih.

2) Comedo terbuka (black head) ‐ sebuah folikel muncul terbuka dan berwarna gelap pada permukaan kulit. Komedo tidak menunjukkan adanya kotoran.

3) Papula ‐ lesi meradang yang muncul sebagai benjolan kecil, merah muda pada kulit.

4) Pustula ‐ lesi meradang berisi nanah yang merah di pangkalan.

5) Kista dan nodul besar atau dikenal juga dengan jerawat batu, meradang, lesi berisi nanah dalam di bawah kulit yang dapat menyebabkan rasa sakit dan memberi bekas luka.

Tips Perawatan Kulit

Jerawat merupakan masalah yang di hadapi sebagian besar anak muda sekarang. Jerawat biasanya timbul di muka yang berminyak dan kurangnya perawatan terhadap kulit wajah. Lebih-lebih bila jarawat sampe menimbulkan bekas yang membuat kurang percaya diri. Penyebabnya antara lain faktor keturunan, ketidakseimbangan hormon, bakteri, tekanan psikologis dan cuaca. Umumnya jerawat muncul pada masa remaja, tapi tidak jarang orang dewasa yang mengalaminya. Bagi kaum perempuan jerawat bisa muncul apabila datang haid atau hamil dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tidak hanya di wajah. Selain itu alergi terhadap obat tertentu juga dapat merangsang tumbuhnya jerawat. Menurut Anonim (2010), hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya jerawat adalah sebagai berikut:

1)    Mencuci wajah dua kali sehari

Cuci tangan yang bersih sebelum menyentuh wajah Mencuci wajah dua kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit. Bersihkan muka secara lembut dengan menggunakan pembersih yang lembut pada waktu pagi, malam dan selepas aktivitas berat. Menyentuh kulit tidak membantu mencegah jerawat malah akan memburukkan keadaan. hindari dari menyentuh kulit, jangan mencungkil atau mecubit dan mengupas jerawat karena akan menyebabkan jerawat berparut atau meninggalkan kesan kehitaman pada kulit. Jika jarang dibersihkan, maka bakteri penyebab jerawat akan hidup subur di kulit wajah. Sebaiknya jangan mencuci wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena akan meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah kulit pada wajah. Cucilah wajah dua kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut.

2)    Gunakan pelembab kulit

Menggunakan pelembab akan membantu menyehatkan kulit, terutama dari kulit kering dan pecah-pecah. Pelembab disini bukan berarti pelembab yang berminyak, sekarang sudah banyak produk kosmetik yang berbahan dasar air.

3)    Lakukan cleansing kulit wajah pada pagi dan malam hari.

Perlu dilakukan di malam hari meski tidak  menggunakan makeup, karena wajah mudah dinodai oleh polusi. Perlu pula dilakukan pada pagi hari, karena kulit mengeluarkan lemak dan kotoran pada malam hari

4)    Selalu cuci muka sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.

Di malam hari, luangkan waktu untuk memijat kulit untuk menstimulasi sirkulasi pertukaran sel-sel pada kulit. Pijatan lembut selama dua menit bisa menghilangkan keletihan, menyantaikan wajah dan memberi kecerahan kulit.

5)    Keringkan Wajah

Keringkan wajah dengan handuk yang bersih setelah cuci muka atau mandi, karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat.

6)    Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit

Jika kulit berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak, jika kosmetik yang  digunakan tidak sesuai dengan jenis kulit, jerawat akan segera mendatangi kulit wajah. Jadi berhati-hatilah dalam memilih kosmetik. Gunakan produk perawatan kulit dan kosmetik yang bebas minyak. Carilah produk yang berlabel “berbasis air” atau “non‐komedogenik.” Coba lotion pencegah yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

7)    Sebisa mungkin hindari kosmetik yang berminyak.

Secara alami wajah akan memproduksi minyak, bahkan kulit kering sekalipun. Jadi sebisa mungkin hindarilah menggunakan kosmetik yang berlebihan karena minyak dan debu akan menjadi media bakteri penyebab jerawat untuk bermukim di wajah.

8)    Hindari sinar matahari,

Kebanyakan obat jerawat menyebabkan pengguna lebih mudah mendapat kesan terbakar (sunburn). Berada terlalu lama di bawah sinar matahari juga akan menyebabkan kulit berkedut dan terkena risiko kanker kulit.

9)    Bercukur dengan berhati-hati.

Jika bercukur, gunakan alat pencukur elektrik ataupun pisau pencukur. Untuk keselamatan, gunakan pisau pencukur yang tajam. Lembutkan rambut dengan sabun dan air sebelum menyapu krim pencukur. Bercukurlah dengan berhati-hati dan hanya apabila perlu.

10)    Minum air putih

Hampir 70% kulit terdiri dari air, dengan minum air minimal 2 liter sehari, maka kulit akan selalu fit dan sehat.

11)    Sering-seringlah makan sayur dan buah

Sayur-sayuran mengandung banyak vitamin yang menyehatkan kulit. Komposisi utama sari sayuran dipercaya mengandung zat yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan kulit. Perbanyaklah makan sayur atau buah, terutama yang mengandung vitamin E. Dengan kulit yang sehat, maka jerawat akan sukar untuk tumbuh dan berkembang (Anwar & Khomsan 2009).

12)    Tidur yang cukup dan teratur

Kulit juga membutuhkan istirahat. Jadi biasakanlah untuk tidur yang cukup dan teratur. Karena saat tidur, kulit akan beregenerasi dan membuang racun-racun yang berbahaya sehingga saat terbangun keesokan harinya kulit akan kembali segar.

Perawatan Kulit Kering

Berilah kesenangan setiap saat. Ubah jenis produk perawatan kulit sesuai musim, iklim, gaya hidup, lingkungan ber-AC, atau kehidupan di alam terbuka. Mulailah menggunakan produk yang sesuai dengan tipe kulit.

Perawatan Kulit Sensitif

Perawatan anti-ageing, segera setelah pertanda penuaan muncul. Hal ini kerap terjadi lebih cepat untuk jenis kulit kering (utamanya di area sekitar mata). Hindari mandi dengan air panas, ada baiknya memakai bath oil. Hangatkan dulu produk perawatan di genggaman tangan sebelum memakainya. Lakukan perawatan kulit tanpa menggosok, sebaiknya gunakan jari jemari daripada katun wol, kain atau tisu. Gunakan penyemprot air, jangan membasuh melalui keran air.

Perawatan Kulit Separuh Baya

Pilihlah produk perawatan kulit anti-ageing tergantung pada kondisi kulit, kebutuhan dan musim. Setiap pagi gunakan produk kecantikan yang sesuai, yang bisa melembutkan permukaan kulit. Sering terkena sinar matahari langsung, bisa menyebabkan keriput dan noda di kulit.

Perawatan Kulit Berminyak

Lindungi kulit dari sinar matahari langsung dan penimbunan lemak di kulit wajah, jangan mengeluarkan jerawat dan beruntusan di wajah secara sembarangan. Lakukan perawatan peeling pada wajah sekali hingga tiga kali seminggu.

Terapi Herbal untuk Menghilangkan Jerawat

Munculnya jerawat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, cokelat, atau goreng-gorengan. Meski demikian belum ada hasil penelitian yang menguatkan dugaan ini.
Semua tipe jerawat, baik komedo, jerawat biasa, maupun jerawat batu, memang sangat mengganggu (Muslimdaily 2009). Adanya jerawat dapat membuat kulit wajah semakin buruk dan merusak nilai estetika kulit karena pada wajah timbul scar, bopeng, atau flek bekas jerawat. Anehnya penyakit ini dapat sembuh sendiri tanpa bantuan obat. Sebaliknya ada juga yang sulit diatasi. Menurut Muslimdaily (2009), cara-cara berikut ini dapat dilakukan sendiri guna mencegah maupun mengobati jerawat. Bahan-bahan berasal dari sekitar kita dengan cara yang tidak sulit dan menyita waktu.

Cuci Muka

Kulit wajah yang berminyak atau wajah yang mempunyai kecenderungan muncul jerawat harus dibersihkan dua kali sehari. Sangat dianjurkan mencuci muka dengan pembersih yang PH-nya sedikit asam untuk menjaga kebersihan wajah yang berjerawat.

Air seduhan 7-10 lembar daun sirih (Piper betle) mujarab untuk mematikan bakteri yang menyebabkan jerawat sehingga dapat digunakan untuk mencuci muka sebanyak dua atau tiga kali sehari. Menurut pengalaman beberapa orang, membasuh wajah dengan air es juga dapat mengurangi timbulnya jerawat. Hal ini dipercaya dapat mengurangi minyak pada wajah.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), yang ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit air garam juga dapat digunakan untuk membersihkan wajah berjerawat. Menurut beberapa ahli kulit, belimbing wuluh bersifat sejuk, dan berkhasiat sebagai antiradang dan astrigen (memperkecil pori-pori kulit wajah).
Wajah berjerawat juga lebih segar jika diuapi dengan seduhan satu bungkus daun teh. Sebungkus kecil daun teh yang diseduh dengan air panas baru mendidih, lalu uapkan pada wajah yang berjerawat.

Minuman

Jeruk (Citrus aurantium) ditambah dengan mentimun (Cucumis sativus). Sifatnya dapat menurunkan lemak darah (hipolipidemia). Satu butir jeruk diperas dalam gelas ditambahkan gula dan air, diminum setiap hari sebanyak satu gelas. Mentimun dibuang bijinya, dimakan mentah sebanyak-banyaknya. Bagian biji bisa digunakan untuk masker muka (Gunawan 2010).

Masker

Buah mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai masker pemulus wajah. Masker mengkudu tidak hanya mengatasi jerawat, panu, kulit yang keriput dan kering pun hilang lenyap, otot-otot muka menjadi lebih relaks.
Jeruk nipis (Citrus aurantium) yang dioleskan pada wajah malam hari sebelum tidur dan baru dibersihkan pada pagi harinya, dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan buah tomat (Solanum lycopersicum). Masker lain yang dapat digunakan mengatasi jerawat adalah masker temulawak (Curcuma xanthorizza). Kompres wajah dengan air es setelah menggunakan masker akan membantu meningkatkan hasilnya.
Daun dewa dan mahkota dewa juga berkhasiat sebagai obat jerawat. Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan sebagai masker antijerawat adalah tumbukan pucuk daun jambu batu (Psidium guajava). Lidah buaya (Aloe vera) yang terkenal dapat menghaluskan kulit juga dapat digunakan sebagai masker penghilang jerawat. Kentang (Potato solanum tuberosum) juga dapat dikompreskan pada jerawat. Potongan kentang yang diiris tipis-tipis ditempelkan pada kulit yang meradang karena jerawat hingga warna kentang keabu-abuan dan kering. Sedangkan flek-flek hitam di wajah bekas jerawat dapat dihilangkan dengan masker jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.

Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Makanan pemicu timbulnya jerawat. www.resep.web.id [17 Sep 2010].

______. 2010. Tips perawatan kulit. www.aura-alam.com [4 Sep 2010]

Anwar Faisal, Khomsan Ali. 2009. Makan Tepat Badan Sehat. Jakarta: Hikmah

Diana. 2010. Jerawat (Acne vulgaris). http://dyanha.student.umm.ac.id/jerawat-acne-vulgaris [4 Sep 2010].

Gunawan Didik. 2010. Jerawat. www.obtrando.files.wordpress.com [4 Sep 2010]

Hutapea Albert M. 2005. Keajaiban-Keajaiban dalam Tubuh Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Maris Yustini. 2009. Hubungan lama penggunaan krim malam terhadap penipisan kulit wajah [skripsi]. www.etd.eprints.ums.ac.id/5879/1/J110050020.pdf [4 Sep 2010].

Muslimdaily. 2009. Tips atasi jerawat. www.muslimdaily.net [4 Sep 2010].

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), National Institutes of Health USA. 2005. A quick understanding of acne. www.approvedcures.com/acne-treatment/understanding-acne.php [4 Sep 2010].

Rosyad Putri GY. 2009. formulasi gel obat jerawat minyak atsiri daun jeruk nipis (citrus aurantifolia, swingle) dan uji daya antibakteri (propionibacterium acne) secara in vitro [skripsi]. www. etd.eprints.ums.ac.id/3378/1/K100040233.pdf [4 Sep 2010].

Triayu Septi Intan. 2009. Formulasi krim obat jerawat minyak atsiri daun jeruk nipis (citrus aurantifolia, swingle) dan uji daya antibakteri secara in vitro [skripsi]. www.etd.eprints.ums.ac.id/3378/1/K100040233.pdf [4 Sep 2010].

posted under tugastugas | No Comments »